:: Ahlan wa Sahlan wa Marhaban Bikum ::

Sunday, November 16, 2008

6 HAK MUSLIM TERHADAP MUSLIM YANG LAIN


Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Rasulullah saw. bahawa baginda bersabda,

"Hak seorang muslim terhadap muslim yang lain ada enam:jika bertemu maka berilah salam, jika tidak kelihatan maka tanyakanlah khabarnya, jika sakit maka jenguklah, jika mengundang maka penuhilah, jika bersin dan mengucapkan hamdalah maka jawablah (dengan mengucapkan 'yarhamukallah', dan jika meninggal dunia maka hantarkanlah (kepemakaman)."

Pertama, jika bertemu maka berilah salam.


Mengucapkan salam adalah langkah pertama, akan semakin mantap jika diikuti dengan berjabat tangan. Ucapan salam harus disertai dengan perasaan cinta, senang, dan wajah yang berseri agar fungsi ucapan salam itu terwujud. Setelah itu saling memperkenalkan nama, pekerjaan, dan tempat tinggal. Dengan demikian anda telah mencapai tahap awal dalam berdakwah.

Kedua, jika tidak kelihatan maka tanyakanlah khabarnya.


Watak sebuah perkenalan adalah jika seseorang yang telah anda kenal itu tidak anda lihat dalam waktu tertentu, maka anda harus mencari khabar tentang keadaannya atau menghubunginya,sama ada melalui telefon mahupun surat.

Ketiga, jika sakit maka jenguklah.


Sunnatullah akan berlaku pada setiap orang, maka suatu saat dia akan merasa gembira, sedih, atau sakit; dan setiap kondisi harus dihadapi dengan sikap yang islami. Jika anda mendengar bahawa teman anda sakit, anda harus cepat-cepat menjenguknya dan mendoakan untuk kesembuhannya;sangat baik lagi jika anda membawa hadiah yang sesuai.

Rasulullah saw. bersabda,

"Hendaklah kalian saling memberi hadiah, kerana hadiah itu akan menjadikan kalian saling mencintai." (HR. Malik dalam "Al-Muwatha"')

Dari Abu Hurairah ra., Rasulullah saw. bersabda,

"Barangsiapa menjenguk orang sakit atau mengunjungi saudaranya sesama muslim kerana Allah, maka malaikat akan berseru kepadanya, 'Kamu dalam keadaan baik dan baik pula tempat tujuanmu, kamu pun akan ditempatkan di syurga.'" (HR. Muslim)

Di tempat teman anda tersebut, anda pun dapat berkenalan dengan teman- temannya. Dengan demikian anda akan semakin banyak mempunyai kenalan. Jangan sampai kunjungan itu anda pergunakan untuk membaca quran, majalah, atau berbicara yang tidak ada gunanya, agar tujuan kunjungan tersebut dapat dimanfaatkan.

Keempat, jika ia mengundangmu maka penuhilah.


Setelah melewati tahapan-tahapan di atas maka hubungan antara kalian akan semakin erat. Suatu saat teman anda akan menghadapi keadaan-keadaan penting, seperti berjaya dalam tugas, pernikahan, atau yang lainnya, lalu ia mengundang anda untuk menghadiri acara-acara tersebut. Anda harus memenuhi undangan tersebut kerana ini merupakan kesempatan berharga yang tersedia tanpa harus anda rencanakan sebelumnya. Begitu juga sebaliknya, anda pun harus mengundangnya dalam acara-acara penting yang anda adakan.

Kelima, jika ia bersin dan mengucapkan "hamdalah" maka jawablah (ucapkan "yarhamukallah")

Duduk bersebelahan dengan orang yang belum dikenal di suatu tempat, baik di perjalanan, pesta, mahupun tatkala menjenguk orang sakit, lalu orang yang duduk di sebelah anda itu bersin maka hendaklah anda menoleh kepadanya dengan wajah berseri seraya mengucapkan, "yarhamukallah (mudah-mudahan Allah memberi rahmat kepada anda)." Tentunya hal ini akan menjadikan dirinya
merasakan sesuatu yang baru dan setelah itu anda dapat bercakap-cakap dengannya.

Keenam, jika dia meninggal dunia maka hantarkanlah ke tempat pemakamannya.


Apa yang dapat dia lakukan setelah meninggal dunia dan dikubur? Pada hakikatnya, menghantar orang lain yang meninggal ke tempat pemakaman adalah menghantar dirinya sendiri, di mana dia akan dapat mengambil nasihat, pelajaran, dan merenungkannya. Ini sebuah sunnah Rasulullah saw. yang menggambarkan persatuan dan kesatuan kaum muslimin. Jika sebelumnya anda dapat mengenal peribadi orang yang telah meninggal dunia, maka sekarang anda dapat menggunakan kesempatan untuk berkenalan dengan keluarganya dan orang-orang yang berta'ziah ke rumahnya.

Dari Abu Hurairah ra., Rasulullah saw. bersabda,

"Barangsiapa menghadiri jenazah hingga mensolatkannya, maka baginya pahala satu qirath. Barangsiapa menyaksikan hingga di makamkan, maka baginya dua qirath." Seorang sahabat bertanya, "Apakah dua qirath itu, wahai Rasulullah?" Rasulullah menjawab, "Seperti dua gunung yang besar." (Muttafaqun 'Alaih)

No comments:

Related Posts with Thumbnails
Design by Abdul Munir Visit Original Post Islamic2 Template