:: Ahlan wa Sahlan wa Marhaban Bikum ::

Friday, October 10, 2008

HAMALATUL QURAN


Tulisan ini saya ekstrak daripada penulisan Dr. Muhammad Yusuf al-Qardhawi, didedikasikan buat insan-insan yang pernah, sedang dan bercita-cita untuk menghafaz al Quran, termasuk buat diri sendiri yang lemah dan sering terlalai dalam melaksanakan kewajipan terhadap mukjizat paling agung ini…

ETIKA PARA PENGHAFAZ AL QURAN

Para penghafaz Al Quran mempunyai etika-etika yang harus diperhatikannya. Dan mereka mempunyai tugas yang harus dijalankan, sehingga mereka benar-benar menjadi “keluarga Al Quran”, seperti sabda Rasulullah SAW tentang mereka:

“Allah mempunyai keluarga dari kalangan manusia. Baginda ditanya: Siapa mereka wahai
Rasulullah? Baginda bersabda: Ahli Al Quran, mereka adalah keluarga Allah dan
orang-orang dekat-Nya.”

1. Selalu Bersama Al Quran

Di antara etika itu adalah: selalu bersama Al Quran, sehingga Al Quran tidak hilang dari ingatannya. Iaitu dengan terus membacanya dari hafazannya, atau dengan membaca mushaf, atau juga dengan mendengar daripada pembaca yang bagus, dari radio atau kaset rakaman para qari yang terkenal.

Dari Ibnu Umar r.a.: bahwa Nabi Muhammad Saw bersabda:

“Perumpamaan orang yang hafaz Al Quran adalah seperti pemilik unta yang terikat, jika
ia terus menjaganya maka ia dapat terus memegangnya, dan jika ia lepaskan maka ia akan
segera hilang.”(Bukhari dan Muslim)

As Suyuthi berbicara tentang hukum melupakan Al Quran, ia berkata: melupakan
hafazan Al Quran adalah dosa besar, seperti dikatakan oleh An Nawawi dalam kitab “Ar
Raudhah” dan ulama lainnya. Dengan dalil hadis Abi Daud:

“Dosa-dosa umatku diperlihatkan kepadaku, dan aku tidak dapati dosa yang lebih besar
dari dosa seseorang yang diberi nikmat hafaz Al Quran atau suatu ayat, kemudian ia
melupakannya.”

2. Berakhlak dengan Akhlak Al Quran.


Orang yang menghafaz Al Quran hendaklah berakhlak dengan akhlak Al Quran. Penghafaz Al Quran harus menjadi kaca yang padanya orang dapat melihat aqidah Al Quran, nilai-nilainya, etika-etikanya dan akhlaknya, dan agar ia membaca Al Quran dan ayat-ayat itu sesuai dengan perilakunya, bukannya ia membaca Al Quran namun ayat-ayat Al Quran melaknatnya.

Dari Abdullah bin Amru bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Siapa yang membaca (menghafaz) Al Quran, bererti ia telah memasukkan kenabian
dalam dirinya, hanya saja Al Quran tidak diwahyukan langsung kepadanya. Tidak sepantasnya seorang penghafaz Al Quran ikut marah bersama orang yang marah, dan ikut
bodoh bersama orang yang bodoh, sementara dalam dirinya ada hafazan Al Quran”.

Ibnu Mas`ud r.a. berkata:

“Penghafaz Al Quran harus dikenal dengan malamnya saat manusia tidur, dan dengan siangnya saat manusia sedang tertawa, dengan diamnya saat manusia berbicara, dan dengan khusyu`nya saat manusia gelisah. Penghafaz Al Quran harus tenang dan lembut, tidak keras, tidak sombong, tidak bersuara kasar atau berisik dan tidak cepat marah.”

3. Ikhlas dalam Mempelajari Al Quran.


Para pengkaji dan penghafaz Al Quran harus mengikhlaskan niatnya, dan mencari keredhaan Allah SWT semata, dan semata untuk Allah SWT ia mempelajari dan mengajarkan Al Quran itu, tidak untuk bersikap riya’ di hadapan manusia, juga tidak untuk mencari dunia.

YA ALLAH, MATIKANLAH AKU SERTA PARA HAMALATUL QURAN SELURUHNYA DALAM KEADAAN KAMI MEMELIHARA KALAM-KALAMMU DI DALAM DADA KAMI.DAMBA CINTA DAN KASIHMU OH TUHAN…AMEEN.

No comments:

Related Posts with Thumbnails
Design by Abdul Munir Visit Original Post Islamic2 Template